I love my Daddy to Stop Smoking MEROKOK MEMBUNUHMU
Menu Utama
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Buku Tamu




 

 

Donate
image

 

 

 


FREE MEMBER
image

 

  
 
Your Name:
Your E-Mail:
Address:
City:
State:
Zip:
Country:
Where did you hear about us?
 

Nama :



Email:




 

 

Silahkan isi Nama dan Email Anda, selanjutnya Anda akan menerima Tips-Tips Unik Berhenti Merokok secara Gratis

 















 

 











 

Rima Melati

image

Marjolien Tambajong atau Lientje Tambajong atau lebih dikenal dengan nama Rima Melati (lahir di Tondano, Sulawesi Utara, 22 Agustus 1939 adalah seorang aktris senior, penyanyi, sutradara dan juga mantan peragawati Indonesia. Suaminya yaitu Frans Tumbuan, salah satu aktor senior Indonesia dan mereka menikah pada tanggal 23 Desember 1973.

Ketika di bangku SD Kebangkitan Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS), Rima pernah satu kelas dengan mantan Presiden Indonesia keempat, Abdurrahman Wahid. Selain itu ia pernah menjadi personel grup penyanyi wanita terkemuka di Indonesia pada tahun 1960-an, Baby Dolls, yang terdiri atas Rima Melati, Baby Huwae, Gaby Mambo, dan Indriati Iskak.

Ihwal nama Rima Melati adalah pemberian Bung Karno. Sekitar awal 1960-an Bung Karno suka mengganti nama orang yang dikenalnya, yang dirasa kebarat-baratan. Nama asli Rima, Marjolien Tambajong, dengan panggilan Lientje, memang pernah dikatakan kebarat-baratan oleh Bung Karno.

Pada saat itu Marjolien yang sedang mengandung anak kedua, ingin memberi nama Rima kepada si anak jika perempuan. Ia diilhami tokoh Rima the Bad Girl dalam film Green Mansions (1959) yang diperani Audrey Hepburn. Sayang, janin itu meninggal sebelum dilahirkan. Lientje yang terpukul, menceritakan peristiwa itu kepada Bung Karno, sekaligus mengutarakan keinginannya untuk mengambil alih nama Rima, dikombinasi dengan "Melati".

Rima pernah meraih Piala Citra juga pada Festival Film Indonesia tahun 1973 dalam kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Intan Berduri bersama Benyamin Sueb yang memperoleh penghargaan sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik dalam film yang sama.

Aktif di Yayasan Indonesia Tanpa Tembakau (YITT)

Rima Melati, yang kini aktif di Yayasan Indonesia Tanpa Tembakau (YITT), pernah mendapat penghargaan dari WHO berupa 'Award No Tobaco Day' karena usahanya dalam kampanye antirokok. Menurut Kepala Perwakilan WHO di Indonesia, George Petterson, Rima terpilih sebagai satu-satunya orang Indonesia dari 10 warga dunia yang pada tahun 2006 mendapat piala penghargaan dari WHO.

Rima Melati mulai merokok pada umur 16 tahun karena pengaruh lingkungan dan tontonan. Rima berhenti merokok pada 1989 setelah kerak tar dan nikotin dalam tubuhnya menimbulkan kanker pada usus dan payudara.

Berhasil berjuang melawan kanker membuat Rima Melati ikut membantu membangun kesadaran tentang bahaya kanker. Aktris senior Indonesia ini juga ikut dalam aksi membangun kesadaran ini di peringatan hari kemerdekaan RI Ke 65 di Tugu Proklamasi Jl. Proklamasi No. 59 Jakarta, Sabtu (21/08). Mengingat pengalamannya dengan kanker, Rima memberikan dorongan pada semua pihak agar menjalani hidup lebih sehat, termasuk menjauhi rokok.

Rima sebagai bagian dari Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta ikut berpartisipasi dalam acara ini sebagai bagian dari bentuk syukur terbebas dari kanker payudara yang pernah dideritanya. Rima menyarankan pada para wanita jika menyadari ada benjolan di payudara agar segera memeriksakan diri.

Aktris senior ini juga memberikan sarannya dalam menjalani gaya hidup sehat. "Kalau kita makan itu harus sehat. Sehat begini kalau ada asap rokok atau polusi kendaraan itu hindari. Kalau kita lihat makanan yang ada santennya harus hati-hati. Atau makan yang ada lemaknya jangan," ujar istri Frans Tumbuan ini.

Rima pernah mengidap kanker payudara stadium akhir 20 tahun lalu. Dia tak menampik kalau sebelumnya seorang perokok dan kini menyadari bahaya nikotin bagi kesehatan. "Saya dulu pernah merokok, tapi saya saat itu sudah 7 bulan berhenti merokok. Tapi jangan salah biar kita sudah berhenti tapi nikotin dan tar itu masih ada. Jadi jangan lupa kalau orang yang merokoknya banyak itu nikotin dan tarnya nempel di paru-paru. Jadi jangan salah karena itu sel-sel kankernya jadi terangsang jadi dia. Nah, kalau diracuni dengan itu sudah jadi deh penyakit yang mematikan," kilahnya.

Kini setelah terbebas dari kanker, Rima menjadikan pengabdian dengan ikhlas dengan memberikan penerangan seputar bahaya kanker. Dia menganggap usaha memberikan penerangan penting untuk dilakukan supaya bisa mencegah kejadian yang sama yang pernah dialaminya.

Kunci Sehat: Harus Tahu Diri

Di usia senja, 71 tahun, pasangan Frans Tumbuan dan Rima Melati tetap mesra. Bisa dibilang di mana ada Frans, di situ ada Rima. Kebersamaan mereka selama 37 tahun pernikahan bisa jadi contoh bagi artis muda Indonesia yang rentan kawin-cerai.

Ditemui dalam sebuah acara bincang-bincang tentang asuransi kesehatan buat kaum lanjut usia, minggu lalu, pasangan Frans Tumbuan dan Rima Melati tampak segar. "Padahal, selama Piala Dunia kemarin, Om Frans begadang terus. Pokoknya kalau soal sepak bola, buat Om Frans nggak bisa dilawan, deh," tutur aktris tiga zaman, Rima Melati, yang menyebut suaminya dengan panggilan "Om".

Biarpun disiarkan di malam hari, diungkapkan Rima, Frans berusaha tidak melewatkan pertandingan lewat televisi. "Saya jadi harus terus-menerus mengingatkan dia untuk menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi vitamin, banyak minum jus, juga makan sayur. Bagaimanapun, kami harus ingat umur," tutur perempuan kelahiran 22 Agustus 1939 ini.

Frans, yang juga pengusaha restoran, termasuk di Belanda, mengamini cerita sang istri. "Memang, yang penting, di usia kami ini, kami harus mampu menahan diri dalam segala hal, termasuk soal begadang atau hura-hura. Kami harus tahu diri. Terus terang, kami tidak mau merepotkan orang-lain, termasuk anak-anak sendiri," papar Frans.

Bagi Frans dan Rima, kebahagiaan anak-anak adalah kebahagiaan mereka. Tak heran, kedekatan pasangan. Frans-Rima dengan anak-anaknya tetap terjalin meski sudah berumah tangga."Kalau ada anak yang punya masalah, kami juga ikut terpukul, namanya juga orangtua," ujar Rima.

Pasangan yang menikah tanggal 28 Desember 1973 ini sering terlihat berdua. Bisa dipastikan, di mana ada Rima, di situ ada Frans. Memang dibiasakan begitu?

"Sebenarnya tidak juga. Mungkin karena anak-anak sudah punya kesibukan sendiri-sendiri, jadinya kami terlihat selalu berdua. Anak bungsu kami saja umurnya sudah 35 tahun. Hanya dia yang masih tinggal bersama kami," ungkap ibu dari lima anak ini. Namun, Rima tak memungkiri kesetiaan dan kasih sayang Frans yang besar padanya. "Benar lho, waktu sakit, saya merasa, kalau tidak ada Frans Tumbuan, saya mungkin tidak bisa apa-apa," ujarnya sambil mengelus mesra tangan sang suami.

Memang, di awal tahun 90-an, saat Rima harus menjalani pengobatan kanker payudara, Frans tak pernah beranjak dari sisinya. Rima menderita kanker payudara buah dari kebiasaan merokok sejak usia 16 tahun. Sejak itu Rima aktif di Yayasan Indonesia Tanpa Tembakau (PITT) untuk mengkampanyekan bahaya merokok, terutama pada kaum perempuan.

Karena upayanya itu, Rima pernah menerima penghargaan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) berupa Award No Tobacco Day. Ia juga sukses membuat suaminya berhenti merokok sejak empat tahun lalu.


1 Komentar
image

Thu, 1 May 2014 @09:51

Dodoh Rahmat

Saya Dodoh Rahmat 63 th dari Komunitas FFG ingin berbagi/sharing dg para aktifis di WITT, boleh? Ini no. kontak saya 0812 710 9001 Pin BB: 330ae0a3. Terima kasih. wass


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Free Delivery
image

Rahasia Kecantikan Wajah Anda



Space Ads
image

 

 

Space Ads
image

 

image

Space Iklan

 

 

 

 

 

 

 

 



 



 

 

 

 

 



 


 

 

 

 



 

 


SLINK
Copyright © 2018 Thebudivideo · All Rights Reserved