I love my Daddy to Stop Smoking MEROKOK MEMBUNUHMU
Menu Utama
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Buku Tamu




 

 

Donate
image

 

 

 


FREE MEMBER
image

 

  
 
Your Name:
Your E-Mail:
Address:
City:
State:
Zip:
Country:
Where did you hear about us?
 

Nama :



Email:




 

 

Silahkan isi Nama dan Email Anda, selanjutnya Anda akan menerima Tips-Tips Unik Berhenti Merokok secara Gratis

 















 

 











 

WD Nur eks Perokok Berat

 

Merokok bagi sebagian orang sulit untuk dilepaskan, apalagi mereka yang sudah taraf nyandu atau sudah menjadi candu merokok seperti menjadi bagian dari hidup yang tidak bisa dilepaskan. Kesadaran diri bahwa merokok bisa merusak badan dan bahkan secara ekonomis, merokok bisa mengurangi uang yang dipakai untuk sesuatu yang tidak berguna, namun tampaknya melepaskan dari rokok bukan seperti membalik telapak tangan, atau bim salabim langusng berhenti.

Tidak! Namun demikian, walaupun banyak orang yang telah berjuang untuk menghentikan kebiasaan merokok itu gagal, bukan berarti tidak bisa. Dan saya adalah contoh nyata bahwa saya berhenti merokok secara total dan sekarang tidak tertarik sama sekali untuk menghisap rokok.

Sebelumnya saya ingin menceritakan dulu bagaimana dahulu saya kesulitan untuk menghilangkan kebiasaan merokok ini. Saya merokok sejak kelas 3 SD di mana saya dengan cara curi-curi merokok supaya tidak ketahuan keluarga. Tapi memang anehnya, keluarga saya melarang anak kecil merokok, tapi bapak saya adalah seorang perokok berat.

Memulai merokok bukan dengan rokok-rokok putih seperti sekarang ini, tapi merokok tembakau hitam dan diberi cengkeh lalu digulung. Mulanya merokok, pusing tidak karuan dan bahkan sulit mengendalikan diri karena begitu sakitnya kepala. Sekali dua kali merokok akhirnya menjadi sesuatu yang biasa dan bahkan menjadi pecandu.

Kelas 1 SMP merokok saya luar biasa dan sudah sulit untuk dihentikan. Kalau saya tidak punya rokok atau tidak menemui tembakau untuk digulung, maka saya sampai mencari bekas rokok orang lain, tidak perduli apakah itu bekas rokok dari orang yang berpanyakitan atau bukan, tidak perduli. Artinya saya sudah kecanduan merokok.

Ketika SMA, orang tua saya menjadi pedagang tembakau dan itu seperti menambah kecanduan saya untuk merokok. Ceritanya, karena setiap tembakau yang dibeli dari para petani, maksudnya tembakau yang sudah siap dirokok, itu biasanya saya selalu mencoba dan ini tentu hubungannya dengan harga tembakau itu sendiri. Kalau tembakaunya enak, artinya itu harganya lebih mahal.

Selepas SMA saya studi di sebuah tempat yang kebanyakan teman-teman saya tidak merokok. Tentu saja saya merasa tidak enak kalau merokok di tengah-tengah orang yang tidak merokok. Karena itu saya sering menghindar dari teman-teman entah ke suatu tempat atau ke mana supaya saya merasa bebas untuk merokok.

Saya juga sering menyaksikan entah itu artikel atau tulisan yang berbicara mengenai bahaya merokok. Dan bahkan saya juga tahu foto-foto yang mengerikan yang katanya itu diakibatkan oleh rokok yaitu kanker dengan berbagai macam penyakit kanker. Namun terus terang itu semua tidak menyurutkan saya memenuhi kecanduan saya terhadap tembakau ini.

Sampai pada suatu saat saya menyadari bahwa saya seperti orang aneh, karena saya merokok di tengah-tengah orang yang tidak merokok. Jadi saya merasa hilangnya kemerdakaan saya untuk merokok di tengah-tengah orang yang tidak merokok. Nah, dari situlah saya justru bersyukur bahwa moment itu mendorong saya untuk berkomitmen berhenti merokok.

Mungkin Anda akan tertawa bahwa ternyata komitmen saya untuk tidak mau merokok lagi itu sering kali hanya tinggal komitmen, karena ternyata saya begitu kesulitan untuk meninggalkan rokok. Tapi, saya memiliki kemenangan sedikit untuk ingin berhenti merokok dengan komitmen ini adalah saya berhasil mengurangi menghisap rokok tersebut.

Jadi menurut saya, punya komitmen saja itu sudah satu langkah maju untuk bisa berhenti dari merokok. Pengalaman saya, terus saya tidak bisa menghentikan seketika kebiasaan merokok ini. Yang saya bisa lakukan adalah awalnya mengurangi sedikit demi sedikit kebiasaan merokok.

Hal lain adalah, saya semakin mendekatkan diri dengan kelompok orang-orang yang tidak merokok yang tentu saja saya tidak menghindari teman-teman yang merokok. Ini bagi saya menolong, dengan lebih banyak memberi waktu dengan teman-teman yang tidak merokok, saya sedikit demi sedikit melupakan rokok.

Tampaknya pertemanan yang semakin akrab dengan orang lain yang tidak merokok menolong saya sendiri untuk lupa terhadap batangan-batangan rokok, walaupun tidak seratus persen, namun itu semakin membawa saya untuk lama-lama lupa terhadap tembakau sampai saat ini. Anda punya pengalaman lain?

 

WD Nur


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Free Delivery
image

Rahasia Kecantikan Wajah Anda



Space Ads
image

 

 

Space Ads
image

 

image

Space Iklan

 

 

 

 

 

 

 

 



 



 

 

 

 

 



 


 

 

 

 



 

 


SLINK
Copyright © 2018 Thebudivideo · All Rights Reserved