I love my Daddy to Stop Smoking MEROKOK MEMBUNUHMU
Menu Utama
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Buku Tamu




 

 

Donate
image

 

 

 


FREE MEMBER
image

 

  
 
Your Name:
Your E-Mail:
Address:
City:
State:
Zip:
Country:
Where did you hear about us?
 

Nama :



Email:




 

 

Silahkan isi Nama dan Email Anda, selanjutnya Anda akan menerima Tips-Tips Unik Berhenti Merokok secara Gratis

 















 

 











 

Nginang dan Rokok Sama Resikonya

image

 

PEMERINTAH boleh menggagas Undang-Undang larangan merokok karena dinilai mengganggu kesehatan sekaligus mencemari lingkungan. Diperkuat dengan semakin didengungkannya Hari Tanpa Tembakau Se-dunia yang jatuh setiap 31 Mei, membuat tembakau menjadi cenderung ditabukan.

Lalu bagaimana dengan tembakau yang dinikmati dengan cara lain, semisal dikunyah bersama daun sirih (nginang ). Meski tidak berasap, nginang ternyata memiliki risiko yang tidak jauh berbeda dengan merokok. Padahal menikmati tembakau dengan cara itu sudah menjadi tradisi berbagai daerah di Indonesia maupun di dunia sejak ratusan tahun silam.

Saat nginang atau nyusur , tembakau tidak hanya dikunyah dengan daun sirih saja. Tetapi juga bersamaan dengan endapan kapur (Jawa: injet ), buah pinang, dan daun gambir. Masyarakat meyakini, tradisi ini memberikan manfaat bagi kesehatan gigi dan mulut. Meski demikian, belum banyak penelitian tentang dugaan tersebut. Tapi faktanya, kebanyakan penginang memang memiliki mulut sehat dan gigi yang kuat meski berwarna agak kemerahan.

Anggapan ini mungkin ada benarnya, sebab beberapa campurannya yakni gambir serta daun sirih dikenal sebagai antiseptik. Senyawa fitokimia yang terkandung di dalamnya dapat mencegah pertumbuhan kuman-kuman penyebab sakit gigi dan bau mulut. Selain itu nginang juga menggunakan endapan kapur sebagai campuran. Endapan yang telah membentuk pasta ini mengandung kalsium, yang mengandung banyak manfaat bagi kesehatan gigi dan tulang.

Sampai di sini, manfaat nginang belum terbantahkan. Namun masih ada satu komponen lagi yang pastinya kontroversial, yakni tembakau. Jika tembakau dikatakan berbahaya ketika dalam bentuk rokok, apakah hal yang sama berlaku juga dalam nginang?

Seperti dilansir dari ncbi.nlm.nih.gov , sebuah penelitian pernah dilakukan oleh National Board of Health and Welfare (1997) untuk melihat hal itu. Ternyata pada smokeless tobacco (produk tembakau non-rokok) termasuk nginang , dijumpai risiko kesehatan yang sama dengan merokok meski sedikit lebih kecil.

Risiko penyakit jantung dan pembuluh darah pada smokeless tobacco meningkat 2 kali lipat dibandingkan ketika tidak mengonsumsi tembakau. Sedangkan pada rokok, risiko terebut menginkat 3 kali lipat. Selain itu, nginang juga dapat meningkatkan tekanan darah sehingga memperbesar risiko hipertensi. Hal yang sama juga terjadi pada rokok.

Karena dampak negatifnya lebih kecil, dalam hal ini nginang bisa dikatakan lebih aman dibandingkan rokok. Apalagi dampak tersebut hanya dialami oleh yang bersangkutan, tidak seperti rokok yang mengenal istilah perokok pasif.

Dampak Lingkungan


Jika dari sisi kesehatan dampak negatif nginang sudah ditemukan, dampak negatif dari sisi lingkungan sebenarnya juga ada. Salah satu komponen dalam nginang adalah pinang, yang mengandung alkaloid bernama arecoline . Senyawa ini akan memberi warna yang khas pada air liur saat nginang , yakni merah terang.

Kebiasaan buruk sebagian besar penginang adalah meludah sembarangan. Kebiasaan itu tentu saja akan meninggalkan noda berupa bercak merah di mana-mana. Karenanya, dibutuhkan kesadaran akan kebersihan lingkungan bagi para penikmat tembako kunyah itu.


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 4+0+1

Free Delivery
image

Rahasia Kecantikan Wajah Anda



Space Ads
image

 

 

Space Ads
image

 

image

Space Iklan

 

 

 

 

 

 

 

 



 



 

 

 

 

 



 


 

 

 

 



 

 


SLINK
Copyright © 2018 Thebudivideo · All Rights Reserved